PENGENDARA PERLU PERHATIKAN HAL INI SEBELUM TERJANG BANJIR

PENGENDARA PERLU PERHATIKAN HAL INI SEBELUM TERJANG BANJIR

09 March 2017 11:15 / Tips & Trik /bagikan:

Musim hujan telah tiba, sebaiknya dalam berkendara pengemudi harus meningkatkan konsentrasi. Curah hujan tinggi dapat menyebabkan genangan air bahkan banjir di jalan raya, pengemudi harusnya dapat mengantisipasi hal-hal yang terjadi, terkadang tidak sedikit pengemudi mobil nekat menerjang genangan air yang dianggapnya rendah ternyata tinggi sehingga menyebabkan mobil mogok di tengah banjir.

Seperti halnya mobil jenis city car dan MPV di Indonesia sebenernya tidak dibuat untuk berkompromi dengan air, karena ground clearance antara 160 sampai dengan 200 milimeter, dan untuk SUV medium lebih tinggi sedikit.

Memaksakan mobil melintasi banjir setinggi ban dapat menyebabkan mobil mogok selain itu komponen pentingnya pun bisa berpotensi rusak, terlebih jika hujan masih turun dan air terus meningkat, maka bagian kabin pun bisa kemasukan air dan dampaknya kerusakan pada system listrik dan interior biaya perbaikan pun semakin besar.

Kali ini mobiloka.com akan membahas bagian mobil apa saja yang sering mengalami gangguan atau rusak setelah mobil tergenang air, berikut ulasannya :

1. Water Hammer

Bila air sudah masuk ke ruang bakar saat mesin bekerja, piston akan tercampur dengan air, air tersebut akan menyebabkan piston berlubang karena air yang masuk tidak dapat di kompres.

 

2. Altenator

Sebenernya altemator letaknya cukup tinggi, tapi sekarang ini banyak mobil yang menggunakan altenator canggih dengan IC (Integrated circuit), jika terendam atau kena percikan air akan mengalami kerusakan yang fatal.

 

3. Oli

Oli merupakan komponen penting, karena jika oli sudah tercampur air maka akan kehilangan daya lumasnya dan mengakibatkan karat. Untuk mobil bertransmisi otomatis, oli yang tercampur air akan mengakibatkan kerusakan pada pelat kopling berlapis. Untuk mengetahui apakah saat melibas banjir oli ini kena air atau tidak cek warna oli tersebut.

 

4. Rem

Rem yang terkena air akan menyebabkan rem jadi licin dan dapat merusak keliper dan fungsi cengkeramnya pun akan berkurang.

5. Kopling

Kopling biasanya untuk mobil bertransmisi manual, sebaiknya saat melewati banjir jangan berhenti tapi jalan saja terus mobilnya, karena jika berhenti maka air akan mengenai kopling dapat menyebabkan sekrup menjadi lembab dan menyebabkan adhesi (menempel kuat antara pelat kopling dan sekrup).

 

Baiknya setelah menerobos banjir pemilik mobil memperiksakan kondisi mobilnya, cek kaki-kaki mobil, terutama rem dan jangan lupa untuk langsung mencuci kendaraan terutama bagian kolong, hal ini untuk memastikan tidak ada masalah dengan komponen penting dan keselamatan dalam berkendara.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : okezone.com